Kamis, 10 Mei 2012

Jarak Terjauhku Tuk Temuimu, Kusebut Rindu.


Kalian kenal Rindu? Mereka manis saat saling membutuhkan dan pahit saat satu pihak mengabaikan --

  • Saat hati tak menentu, yang kutau pasti itu sebab rindu yang menggebu.
  • Rindu yang mendasar tak mungkin salah sasar,tepat di hatinya ia akan mengakar..
  • Jika merindukanmu saja aku tak kenal ampun, maka mencintaimu bisa kusebut pantang menyerah. Begitu kah?
  • Aku tak mengada-ada tentang rinduku yang berpangkat ganda atau bahkan tak terhingga.
  • Abaikan apa yang dituturkan mulut yang berseru, disini kita mendengar percakapan antara hati dan rindu yang berseteru.
  • Aku ingin kau sesekali menyambangi rindu, agar kau bisa dengar namamu dilantunkannya dengan suara merdu.
  • Hatiku nelangsa, sejenak aku tak kuasa mengatahui rinduku yang tak kunjung bersisa.
  • Rindu itu eksistensi yang ambigu, nyata tapi membuatmu terbelenggu
  • Barangkali dengan mengjariku rindu yang ambigu, kau bisa melatihku untuk tak meragu.
  • Rindu itu seperti menyambangi rumahmu, saat ku ketuk pintunya kuharap kau menyambutku dengan senyum dibibir ranummu.
  • Rindu itu penjabaran tersulit antara hasrat dan ingatan, yang pasti berbelit-belit
  • Bukankah 'rindu' hanya kata sederhana yang tak harus tersirat sempurna,namun luar biasa bermakna.
  • Barangkali memang tak ada ragaku di batas pandangmu, tapi bukankah rinduku masih tetap memelukmu erat?
  • Rindu tak pernah beranjak, walau ia tak henti dibekap waktu yang malas dan menganak.
  • Melarutnya malam dan langit menghitam jelaga, membuat rindu yg bersemayam tak mungkin lagi terjaga.
  • Akhirnya aku sampai di titik jemu, dimana rindu menari dengan hasrat yg ingin bertemu.
  • Kau mendongengkan sepi pada rindu bak belati yang tak henti menyayati luka pada hati.
  • Esok adalah tentang bagaimana caraku merindukanmu lebih dari kemarin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar