Selasa, 29 Mei 2012

Mataku Menggenang Saat Mengenang.


"Para penyair adalah orang-orang yang tak bahagia, karena setinggi apapun jiwa mereka menjulang, akan tetap terbelenggu dalam airmata yang menggenang."
- Kahlil Gibran


..Sayang, perpisahan kita bukan akhir dari segalanya dan ini juga bukan alasan sebuah awal kehancuran. Jangan, jangan mulai lupakan aku dan semua kenangan kita.
Kenang aku dan simpan kenangan kita maka kau akan tau cara ku mensyukuri kehilangan...


  • Saat mengenang entah mengapa mataku menggenang, seperti tak tenang..
  • -Ada banyak nama yang sulit kuingat setiap saat, namun ada satu yang tak mungkin kulupa -- kamu.
  • -Aku -- memaksa kan ingatan mengenang dengan berbagai kontroversi tulisanku tentangmu.
  • Berbeda dengan kopi yang melarutkan gula tapi tetap tak manis. makin aku menegenangmu tangispun bisa jadi semakin manis.
  • Jangan kubur aku dan kenangan kita terlalu jauh dari hatimu, agar sewaktu-waktu kau bisa berziarah semaumu
  • Tenangku adalah saat aku pulang dan telah menyimpan kenangan kita untuk bekal perjalananku.
  • Bagaiman nasib ingatanku, jika mereka tak mampu memutar ulang rekaman kenangan kita?
  • Ingatanku mulai mahir, mengenang apa yang tak lagi hadir..
  • Selain menandaimu, ingatanku juga menggandakanmu.
  • Ingatanku mengurungmu sebagai satu tunggal yg tetap tinggal. Ingatanmu mengurangiku seolah aku satu yg harus terhilang.
  • Kenang aku saat kau terjaga, dan mimpikan aku saat lelah menyapa mata.
  • Mungkin soal 'melupakan-kita' kau lebih ahli, tapi soal 'mengingat-kita' aku bisa jadi lebih mahir..
  • Aku hanya mengumpulkan anggan, bukan menggumpulkan serpihan kenangan-
  • Izinkan aku menulis bait-bait lagu agar kau bisa mengenangku. Izinkan aku mencipta sajak indah agar kau tak resah
  • Mengenangmu itu prinsip, merindukanmu itu harga mati -
  • Biarkan mereka mengenangmu secara wajar, tapi perkenankan aku mengenangmu dalam ketidakwajaran yang logis.
  • Sebab kenangan akan selalu terasa manis jika kau selingi dengan tangis




...Sayang, Aku tidak gagal untuk melepasmu, aku hanya gagal untuk tidak mengingatmu, ini sederhana. Kau boleh memulai melupakanku jika kau mau, dan kau boleh pergi menjauh. Tapi jangan paksa aku melupakanmu dan bunuh kenangan kita. Sayang, tetaplah berkilau walau untuk kelain hati..


(Andra Sheilamona / Solo, 2012 )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar