Minggu, 20 Mei 2012

Untuk kesekian kali, Aku Benci Mengaku Merindu-mu


Kalian kenal Rindu? Mereka manis saat saling membutuhkan dan pahit saat satu pihak mengabaikan --

  • Rindu bisa saja membuatku bergelimang luka atau bahkan banjir air mata.Tapi entah sejak kapan itu semua begitu nyaman .
  • Sajakku tak seirama, apa mungkin rinduku tak lagi kau terima?
  • Rindu, karena denyut nadiku engaku mengalir. Oleh sebaris puisi engaku terus terlahir.
  • Aku sudah coba bunuh semua rasa, tapi rindu tetap saja ada.
  • Seperti menambah luka dalam ingatan, kau menanam rindu karena senyuman.
  • Ada berbait-bait rindu untukmu yang masih kusimpan rapat-rapat
  • Angin menemuiku setiap pagi, hanya membawa pesan yang sama dari mu-Rindukan aku.
  • Rindu adalah resah yang tak wajar, cemas yang tak tertakar dan di dadaku ia terdampar.
  • Sebelum mata terpejam, aku ingin rindu ini teredam.
  • Aku belajar mematikan rasa, sekedar mengubah perihnya rindu supaya tak terasa.
  • Aku belajar mensejajarkan rindu dengan pilu, sekarang didadaku keduanya saling berseteru.
  • Aku belajar memahami apa yang nampak dan terasa semisal debar. Dan apa yang kasat tak tertangkap indra semisal rindu.
  • Aku belajar darimu. Tentang rindu yang tak berujung, debar yang tak terdengar, asa yang tak biasa.
  • Jika hidupku bukan untuk merindukanmu lagi, maka akan murunglah umur-umurku esok hari.

Solo, 2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar