Senin, 20 Agustus 2012

Cinta di Masa Lalu

Hai cintaku dimasa lalu.
Apa engkau tau?
Sekarang aku sudah bisa berdiri,
berdiri kokoh dengan kakiku sendiri.
Walaupun kadang jalanku masih tertatih,
tapi aku tidak akan berhenti mensyukuri.

Hai cintaku dimasa lalu.
Apa engkau sadar?
Jika aku tidak pernah menyalahkanmu,
Aku bahkan berterima kasih pada Tuhan-ku
yang pernah menggoreskanku di garis yang sama denganmu.

Hai cintaku dimasa lalu,
Apa engkau pernah berpikir?
Bahwa melupakanmu itu sulit,
Tapi akan lebih sulit jika aku terus mengenangmu.
Aku tidak peduli mana yang lebih sulit,
toh aku akan memilih mana yang membuatku tak lagi luka

Hai cintaku dimasa lalu,
Apa engkau mengerti?
Alasanku pergi menanamkan luka,
Karena aku telah lelah berpura-pura
dan aku kelak tak ingin mati dalam kepura-puraan

Selamat tinggal cintaku dimasa lalu,
Mari kita berbahagia dengan cara dan jalan kita masing-masing.
Tanpa kepura-puraan yang nantinya menyisihkan luka baru untuk kita.


--- Aku bersyukur pada Tuhan karena pernah menggoreskan kita pada satu garis yang sama. Tapi satu hal yang kusesali, adalah pernah mempertahankan kekitaan yang ujungnya kesakitan

(Andra Sheilamona / Solo, Agustus 2012)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar