Rabu, 01 Agustus 2012

Sebelum Serumit Ini, Kita Pernah Sesederhana Itu


Sayang, hubungan kita bukan seperti menggosok hadiah di bungkusan permen.
Yang kadang 'anda belum beruntung', kadang 'coba lagi' atau
kemungkinan 'anda berhasil' yang satu banding sejuta.
Dan seandainya kita sudah tau tidak berhasil maka kita akan membuangnya begitu saja?
Tidak, sayangnya kita tidak sesederhana itu sekarang.
Awalnya kita memang sederhana, tanpa status tanpa ikatan tanpa pengakuan saling memiliki.
Di satu waktu kita bisa saling memperhatikan tapi di waktu lain kita akan saling mengabaikan.
Kita bisa saling menuntut, tapi bisa saling tak peduli. Kita terima dan anggap itu sebuah keadilan.
Dan pada akhirnya hubungan sederhana ini sekarang menjadi sangat rumit sayang,
Lebih rumit dari kasus-kasus korupsi yang baru-baru ini melanda negara ini.
Lebih rumit dari perceraian para lakon dunia hiburan yang sedang marak.
Seiring dengan rasa aneh yang datang melanda kita masing-masing.
Rasa yang sering kita sebut 'Cemburu'
Sebagian orang menganggap cemburu bisa jadi senjata yang mampu memanaskan hubungan,
dengan begitu mereka menjadi merasa penting dan membutuhkan.
Sebagian lainnya menganggap cemburu bak sebuah peluru,
yang siap menembak dan menyekaratkan hubungan mereka kapan saja.

Sayang, sekarang putuskan.
Apakah kau akan menggandengku dan melalui jalan ini bersama?
Atau kau akan memilih pergi kelain arah yang tak akan kita lalui ujungnya bersama?

--- Apa perlu kita menjadi orang hebat yang menyelesaikan apa yang tidak sederhana sesingkat ini? atau menjadi orang hebat lain yang berpura-pura menganggap ini sama sekali tidak ada? ---


(Andra Sheilamona / Solo, Agustus 2012)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar