Minggu, 30 September 2012

Para Pengiba Doa Tuhan

Kala malam,
para pengiba mulai mengadahkan tangan
dalam sujud maupun berlutut,
lantunan doa mulai terdengar
dari bibir yang membiru
dan kecapan lidah yang kelu

Berterbanganlah takdir yang mentah itu
seolah tahu betul dimana singgasana Tuhan-mu,
menjelma dalam kalbu serupa debu
yang terhirup karena tak tahu

Doa itu, takdir mentah itu berhasil dituai
dan siap dipanen oleh para pengiba yang setia menunggu,
mematahkan segala pilu yang dahulu membelenggu

Berbahagialah para pengiba
karena Tuhan-mu memang benar mendengarmu.


(Andra Sheilamona / Solo, September 2012)  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar